Eka Nilafianti – Mengajak Anak Bercita-cita

Kumpul bersama adik2 di SD Rawabadak 01 adalah sangat menyenangkan..

Anak-anak begitu aktif, bersemangat dan sangat antusias melihat segala sesuatu yg baru. Mereka betul2 ingin tahu banyak apa yang Guru Kelas Inspirasi (KI)  bawakan sehingga terkesan begitu ramai saat mereka menjawab atau berebutan menjawab. Anak-anak sangat senang dengan permainan-permainan kecil sehingga saya sebagai Guru agak kewalahan untuk membuat semua anak-anak ikut bermain dan berpatisipasi.

Saya sangat setuju apabila sekolah dasar di Indonesia ini dipenuhi dengan belajar yang disajikan dengan banyak aktivitas, permainan atau dimana membuat anak-anak ikut berpatisipasi dalam sebuah role-play, quiz, topik-topik tertentu, seni, dan lain-lain. Saat ini saya masih melihat sangat kurang sekali.

Pada dasarnya anak-anak dibawah 11 tahun masih sangat senang dengan bermain, berjalan-jalan, bergoyang dan sebagainya, sehingga pembelajaran yang berupa permainan, mengajak kreatifitas, exploring akan sangat menarik perhatian mereka dan saya yakin akan sangat menyenangkan dan membekas di pikiran mereka untuk perjalanan mereka selanjutnya.

Satu lagi hal yang membuat anak-anak ini jadi kurang teratur dan tidak terkontrol adalah terlalu banyaknya murid dalam 1 kelas, sedangkan mereka perlu sekali perhatian dan arahan.

Walo demikian, setelah saya diatara 11 orang pengajar Guru Kelas Inspirasi di banyak kelas (masing-masing mengajar dengan waktu 45 menit) di kelas 4, 5 dan 6 SD, memberikan gambaran terhadap profesi yang saya miliki sebagai Agen properti, saya melihat mereka masih belum familiar dengan profesi saya.

Jadi apa yang terjadi, profesi atau cita-cita yang saya minta mereka tulis di akhir sesi adalah masih banyak kepada profesi yang mereka sering lihat dan dengar seperti Dokter, Guru, Arsitek ataupun Tentara/TNI.  Penulis, Ahli Komputer, Pengusaha Pt.Astra, Direktur, ataupun profesi Pelawak saya baru dengar ini..
Hehehe saya katakan pada anak yang menulis cita-cita sebagai Pelawak, “waow Pelawak, oke, lebih bagus lagi ade tulis “Pelawak Terkenal”.

Begitulah anak-anak.. Saya melihat karena waktunya tidak banyak untuk mereka berpikir untuk menuliskan apa cita-cita mereka sesungguhnya tapi setidaknya kita sudah ajak mereka untuk bercita-cita dan sedikit memberi gambaran tentang profesi lain.

Saya sempat katakan pada anak-anak di kelas 6A (kelas terakhir yang saya masuki) saat menuliskan cita-cita karena masih banyak yang bingung, menoleh kepada teman ataupun ikut-ikutan saja, bahwa mereka bisa memilih cita-cita dari suatu hobi atau bakat yang mereka miliki.

Demikian sharing saya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s