Satu Cahaya Langit – Energi dan antusiasme diatas garis batas

Dari sudut pandang seorang yang mengharapkan keunikan, pagi itu biasa sekali. Beberapa siswa siswi baru datang ke sekolah. Pukul 0600, kulihat jamku. 30 menit lagi kelas masuk. Para murid itu lesu lesu saja berjalan ke kelasnya yang masih kosong.

“ Pagi Adek ! “ sapa ku dengan semangat, berharap dia juga akan seheboh aku.

Dia menjawab seadanya. Tidak bertenaga-bertenaga banget. Yah, setidaknya TOSS ku dibalasnya, pikirku. Teman teman pengajar KelasInspirasi sudah datang juga. Semua kelihatan siap dengan materi masing-masing. Mbak Clara yang paling unik, dia membawa sepiring mie goreng. Kalau bukan karena takut buang air, pasti sudah kucolek mie itu.

Lebih banyak siswa yang berdatangan, beberapa dengan sepeda. Sampai akhirnya pukul 0630 semua sudah rapih berbaris di halaman. Ini bukan upacara, karena hari rabu. Lebih tepatnya, ini hanya pemberitahuan pada murid, kalau hari ini mereka tidak belajar, dan kedatangan tamu tamu dari berbagai macam profesi. Ya, di tim kami, memang ada arsitek, dokter, Human Resource manager, mining engineer, sampai wiraswasta tanaman hijau.

Senyam-senyum ku pada adik-adik yang berdiri di depanku terhentak ketika kepala sekolah mempersilahkan ketua kelompok untuk memberi sambutan. Aku langsung, err, sambutan? Tapi aku tak pernah berkata tidak pada kesempatan, jadi kucoba saja.

Terbukti gagal sih. Kata anak sekarang, “krik krik”, untung dokter Nisma mengambil alih dan membakar semangat para adik adik. Betapa aku berterima kasih pada mu, mba.

Briefing tim55 berlangsung cepat. Semua sudah tau jadwal masing masing. Aku kebagian kelas besar sebenarnya, yaitu kelas 4-5-6. Tapi sesuatu mengatakan, sepertinya kelas kecil lebih lucu lucu adik-adiknya. Aku mencoba membujuk Andi agar mau tukeran ke kelas besar. Dia mau. Oh Good ! kataku dalam hati.

Oh Good berubah menjadi “Oh God” setelah 15 menit berada di kelas 2A. Mereka memang tertarik pada kakak yang kelihatan asing ini, karena baru. Bercerita tentang profesi Ahli Komputer, dan bahwa profesi ini akan mengizinkan seseorang membuat robot, membuat mereka lumayan senang. Tapi periode distraksi nya itu lho, terlalu cepat. Sebentar aja bahasan sudah kurang asik, mereka jadi asyik sendiri. Belum lagi beberapa anak terlihat bertengkar. Puncaknya adalah ketika satu anak sudah mulai menangis. Begitu kutenangkan, beberapa keluar kelas. Yak, ini gue nya yang ga becus apa merekanya yang emang super enerjik sih?

Untungnya yah, ilmu adaptasi itu ada di diri manusia. Aku pun bisa pelan pelan mempelajari pola mereka dan menarik lebih banyak atensi di kelas berikutnya, dan semakin baik di kelas setelahnya. Walaupun yang berantem tetep ada.

Hal positif yang kelihatan sih banyak banget di kelas kecil ini (kelas 1-2-3). Ini salah satunya,

01 energi dan antusiasme mereka tinggi sekali, positif sekali. Belum tentu jawaban benar, sudah angkat tangan. Bahkan belum dengar pertanyaan dengan jelas pun, berani angkat tangan. Aku sempat mengajar di kelas 6 sebentar, mengisi 15 menit terakhir mba Clara, saat itu, aku mencoba menjelaskan bagaimana cara robot beroperasi. “siapa yang mau jadi robot?” tidak ada yang angkat tangan setidaknya selama 20 detik. Ini sama sekali tidak terjadi di kelas kecil. Pertanyaan yang sama, tapi 0.5 detik kemudian Semua sudah angkat tangan sambil maju mendekati ku. “Sayaa, kaak, Sayaa!” jerit mereka di ketinggian suara yang lebih tinggi dari suara ku pada tingkat normal

Sesi terakhirku di kelas 3 berakhir dengan asik. Ketika bell sudah bunyi dan mereka harus pulang, aku izin pamit, tapi sempat bertanya, “ Mau aku udahan, atau mau lagi ?” tanyaku.

“ Mau lagiiiii—— ! “ teriak mereka serempak. Ahem, antusias ya.

Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, sekarang semakin terbukti untukku. Baru sehari saja aku sudah kelelahan, tapi mereka melakukannya, berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan.

Hari inspirasi berakhir sudah, tapi kenangannya takkan sirna. Inspirasi itu terjadi dua arah, aku pada mereka, dan sebaliknya. Manusia manusia terdidik, memang akan baik sekali jika juga mendidik.

Salam Kelas Inspirasi

SCL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s