Eka Nilafianti – Mengajak Anak Bercita-cita

Kumpul bersama adik2 di SD Rawabadak 01 adalah sangat menyenangkan..

Anak-anak begitu aktif, bersemangat dan sangat antusias melihat segala sesuatu yg baru. Mereka betul2 ingin tahu banyak apa yang Guru Kelas Inspirasi (KI)  bawakan sehingga terkesan begitu ramai saat mereka menjawab atau berebutan menjawab. Anak-anak sangat senang dengan permainan-permainan kecil sehingga saya sebagai Guru agak kewalahan untuk membuat semua anak-anak ikut bermain dan berpatisipasi.

Saya sangat setuju apabila sekolah dasar di Indonesia ini dipenuhi dengan belajar yang disajikan dengan banyak aktivitas, permainan atau dimana membuat anak-anak ikut berpatisipasi dalam sebuah role-play, quiz, topik-topik tertentu, seni, dan lain-lain. Saat ini saya masih melihat sangat kurang sekali.

Pada dasarnya anak-anak dibawah 11 tahun masih sangat senang dengan bermain, berjalan-jalan, bergoyang dan sebagainya, sehingga pembelajaran yang berupa permainan, mengajak kreatifitas, exploring akan sangat menarik perhatian mereka dan saya yakin akan sangat menyenangkan dan membekas di pikiran mereka untuk perjalanan mereka selanjutnya.

Satu lagi hal yang membuat anak-anak ini jadi kurang teratur dan tidak terkontrol adalah terlalu banyaknya murid dalam 1 kelas, sedangkan mereka perlu sekali perhatian dan arahan.

Walo demikian, setelah saya diatara 11 orang pengajar Guru Kelas Inspirasi di banyak kelas (masing-masing mengajar dengan waktu 45 menit) di kelas 4, 5 dan 6 SD, memberikan gambaran terhadap profesi yang saya miliki sebagai Agen properti, saya melihat mereka masih belum familiar dengan profesi saya.

Jadi apa yang terjadi, profesi atau cita-cita yang saya minta mereka tulis di akhir sesi adalah masih banyak kepada profesi yang mereka sering lihat dan dengar seperti Dokter, Guru, Arsitek ataupun Tentara/TNI.  Penulis, Ahli Komputer, Pengusaha Pt.Astra, Direktur, ataupun profesi Pelawak saya baru dengar ini..
Hehehe saya katakan pada anak yang menulis cita-cita sebagai Pelawak, “waow Pelawak, oke, lebih bagus lagi ade tulis “Pelawak Terkenal”.

Begitulah anak-anak.. Saya melihat karena waktunya tidak banyak untuk mereka berpikir untuk menuliskan apa cita-cita mereka sesungguhnya tapi setidaknya kita sudah ajak mereka untuk bercita-cita dan sedikit memberi gambaran tentang profesi lain.

Saya sempat katakan pada anak-anak di kelas 6A (kelas terakhir yang saya masuki) saat menuliskan cita-cita karena masih banyak yang bingung, menoleh kepada teman ataupun ikut-ikutan saja, bahwa mereka bisa memilih cita-cita dari suatu hobi atau bakat yang mereka miliki.

Demikian sharing saya..

Satu Cahaya Langit – Energi dan antusiasme diatas garis batas

Dari sudut pandang seorang yang mengharapkan keunikan, pagi itu biasa sekali. Beberapa siswa siswi baru datang ke sekolah. Pukul 0600, kulihat jamku. 30 menit lagi kelas masuk. Para murid itu lesu lesu saja berjalan ke kelasnya yang masih kosong.

“ Pagi Adek ! “ sapa ku dengan semangat, berharap dia juga akan seheboh aku.

Dia menjawab seadanya. Tidak bertenaga-bertenaga banget. Yah, setidaknya TOSS ku dibalasnya, pikirku. Teman teman pengajar KelasInspirasi sudah datang juga. Semua kelihatan siap dengan materi masing-masing. Mbak Clara yang paling unik, dia membawa sepiring mie goreng. Kalau bukan karena takut buang air, pasti sudah kucolek mie itu.

Lebih banyak siswa yang berdatangan, beberapa dengan sepeda. Sampai akhirnya pukul 0630 semua sudah rapih berbaris di halaman. Ini bukan upacara, karena hari rabu. Lebih tepatnya, ini hanya pemberitahuan pada murid, kalau hari ini mereka tidak belajar, dan kedatangan tamu tamu dari berbagai macam profesi. Ya, di tim kami, memang ada arsitek, dokter, Human Resource manager, mining engineer, sampai wiraswasta tanaman hijau.

Senyam-senyum ku pada adik-adik yang berdiri di depanku terhentak ketika kepala sekolah mempersilahkan ketua kelompok untuk memberi sambutan. Aku langsung, err, sambutan? Tapi aku tak pernah berkata tidak pada kesempatan, jadi kucoba saja.

Terbukti gagal sih. Kata anak sekarang, “krik krik”, untung dokter Nisma mengambil alih dan membakar semangat para adik adik. Betapa aku berterima kasih pada mu, mba.

Briefing tim55 berlangsung cepat. Semua sudah tau jadwal masing masing. Aku kebagian kelas besar sebenarnya, yaitu kelas 4-5-6. Tapi sesuatu mengatakan, sepertinya kelas kecil lebih lucu lucu adik-adiknya. Aku mencoba membujuk Andi agar mau tukeran ke kelas besar. Dia mau. Oh Good ! kataku dalam hati.

Oh Good berubah menjadi “Oh God” setelah 15 menit berada di kelas 2A. Mereka memang tertarik pada kakak yang kelihatan asing ini, karena baru. Bercerita tentang profesi Ahli Komputer, dan bahwa profesi ini akan mengizinkan seseorang membuat robot, membuat mereka lumayan senang. Tapi periode distraksi nya itu lho, terlalu cepat. Sebentar aja bahasan sudah kurang asik, mereka jadi asyik sendiri. Belum lagi beberapa anak terlihat bertengkar. Puncaknya adalah ketika satu anak sudah mulai menangis. Begitu kutenangkan, beberapa keluar kelas. Yak, ini gue nya yang ga becus apa merekanya yang emang super enerjik sih?

Untungnya yah, ilmu adaptasi itu ada di diri manusia. Aku pun bisa pelan pelan mempelajari pola mereka dan menarik lebih banyak atensi di kelas berikutnya, dan semakin baik di kelas setelahnya. Walaupun yang berantem tetep ada.

Hal positif yang kelihatan sih banyak banget di kelas kecil ini (kelas 1-2-3). Ini salah satunya,

01 energi dan antusiasme mereka tinggi sekali, positif sekali. Belum tentu jawaban benar, sudah angkat tangan. Bahkan belum dengar pertanyaan dengan jelas pun, berani angkat tangan. Aku sempat mengajar di kelas 6 sebentar, mengisi 15 menit terakhir mba Clara, saat itu, aku mencoba menjelaskan bagaimana cara robot beroperasi. “siapa yang mau jadi robot?” tidak ada yang angkat tangan setidaknya selama 20 detik. Ini sama sekali tidak terjadi di kelas kecil. Pertanyaan yang sama, tapi 0.5 detik kemudian Semua sudah angkat tangan sambil maju mendekati ku. “Sayaa, kaak, Sayaa!” jerit mereka di ketinggian suara yang lebih tinggi dari suara ku pada tingkat normal

Sesi terakhirku di kelas 3 berakhir dengan asik. Ketika bell sudah bunyi dan mereka harus pulang, aku izin pamit, tapi sempat bertanya, “ Mau aku udahan, atau mau lagi ?” tanyaku.

“ Mau lagiiiii—— ! “ teriak mereka serempak. Ahem, antusias ya.

Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, sekarang semakin terbukti untukku. Baru sehari saja aku sudah kelelahan, tapi mereka melakukannya, berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan.

Hari inspirasi berakhir sudah, tapi kenangannya takkan sirna. Inspirasi itu terjadi dua arah, aku pada mereka, dan sebaliknya. Manusia manusia terdidik, memang akan baik sekali jika juga mendidik.

Salam Kelas Inspirasi

SCL

Nectaria Ayu – Mengajar itu ternyata penuh sensasi

20 Februari 2013 menjadi tanggal yang akan terus membekas

dibenak saya. Bagaimana tidak? di hari ini saya yang tidak pernah mengajar anak SD, dengan penuh kepercayaan diri harus mengajar di depan anak kelas 1-3 SD RAWA BADAK 01 PAGI. Semalaman saya nyiapin materi (kebiasaan deadliners) sampai sampai baru tidur jam 12 malam teng! Dan bangun pagi jam 4 teng! Karena saya juga harus siapkan bekal sarapan (buah) & ngebrief si nanny untuk masak ini itu buat putri saya. Di otak, saya sudah siap dengan berbagai skenario mengajar, sampai-sampai rempong sendiri dengan bawaan untuk ngajar: mini mading tentang kebun organik, bola warna-warni, 200 kertas untuk anak-anak & sekotak sayuran organik!

Bel pertama bunyi! Saya kebagian mengajar kelas 3a. Games ‘bola virus’ yang saya ciptakan untuk ice breaking berhasil, dan yang tidak disangka, ternyata anak-anak hampir semuanya mengenal nama sayuran organik yang saya bawa. Lucunya ada anak yang suka dengan jengkol dan bertanya: “kak jengkol itu sayur bukan sih?” (hahaha, aseli saya gak jawab karena gak tau). Kelas kedua saya kebagian ngajar kelas 2SD. Kelas 2a ini agak sedikit bikin saya teriak- teriak, karena anak-anaknya sangat aktif dan rasa ingin tahu-nya tinggi. Jadi saat di suruh duduk mereka tetep aja maju dan menyerbu kotak sayuran organik yang saya tulis ‘makanan super. Makanan pinter’. Selesai mengajar suara saya pun jadi seperti atiek cb…serak gilaaa. Kelas ketiga, 3B…nah ini kelas favorit saya. Di kelas ini saya coba jelaskan tentang arti sayur organik dan lucunya mereka mengerti dan mengambil kesimpulan bahwa organik itu artinya ‘sayuran yang tidak beracun’. Anak-anak di kelas ini juga semangat sekali ketika diajak WOSSSH SAYURAN & CHIBI-CHIBI WOOSSSH. Kelas terakhir, kebagian ngajar anak 1B, ini kelas LUAR BIASAAA! Bagaimana tidak ternyata anak kelas 1 ini susah sekali untuk diatur, ada yang berantem, ada yang tukang ngadu, ada yang gak berhenti nanya, ada yang mau eek…wah bener-bener bikin otak saya muter 360 derajat. Salut sekali dengan bapak ibu guru yang bisa mengajar anak kelas 1 SD :D

Kesimpulannya, menjadi guru itu tidak mudah. Kita harus menjadi manusia yang punya 1001 akal dan punya otak sangat kreatif dan
hati yang sabar! Karena anak-anak ini sangat cerdas dan kecerdasan mereka harus bisa dikembangkan agar tidak sia-sia. Sayangnya
sarana perpustakaan tidak ada, makanan yang tersedia di kantin pun jauh dari sehat. Semoga di kelas inspirasi berikutnya saya masih bisa terpilih menjadi ‘guru sehari’ karena mengajar itu bikin nagih yah

Sekian

Nectaria Ayu

Pengusaha Sayur Organik & Warung Makan Organik

Relevanny Firnofie – Sehari Menginspirasi, Kebahagiaan yang tak Ternilai

20 Februari 2013 merupakan hari dalam hidup saya yang sangat berharga dan tak akan terlupakan. Pagi
buta dengan rasa antusias dan deg deg serr saya melaju menuju SDN 01 Rawabadak selatan. Sesampai
disana kami disambut dengan ramah oleh kepala sekolah dan guru-guru. Jam menunjukkan pukul
6.30, kami, guru-guru, kepala sekolah dan anak-anak SDN 01 berkumpul di lapangan untuk melakukan
upacara pagi dan memberitahukan kepada anak-anak mengenai maksud dan tujuan kedatangan kami
agar mereka tidak merasa kaget. Melihat wajah-wajah lugu mereka, rasa deg-degan saya seketika
hilang, berganti dengan rasa antusias yang sangat besar untuk dapat duduk berdampingan dengan
mereka.

Jam 7 pagi mulailah pengajaran pertama kami. Saya mendapatkan kelas besar, yaitu kelas 4, 5, dan
6. Memasuki kelas mereka, saya awali dengan ucapan salam yang penuh dengan semangat. Dan saya
sangat senang ternyata mereka juga semangat mendengarkan kisah saya. Saat saya menanyakan
apa hobby dan cita-cita mereka, mereka haya menjawab dokter, polisi, dan guru. Miris dan sedih
mendengarnya. Namun saya optimis bahwa saya bias berbagi mengenai profesi engineer atau insinyur
kepada mereka.

Sayapun mulai bercerita mengenai pertambangan batubara, dengan menggunakan tools buku
cerita ‘Petualangan di Tambang Batubara’ . Alhamdulillah mereka sangat antusias mendengarkan cerita
saya mulai dari asal usul batubara, dan bagaimana cara menambangnya sampai kepada pengelolaan
lingkungan yang menjadi pekerjaan saya sehari-hari. Banyak pertanyaan yang muncul dari mulut kecil
mereka yang terkadang membuat saya geli sendiri mendengarnya. sampai pada saat nya saya juga
membawa contoh batu bara, dan mereka sangat terkejut, antusias ingin memegang, sampai tidak
percaya kalau itu adalah batu bara asli.

Tidak terasa sudah 30 menit saya menceritakan tentang pertambangan batu bara dan pekerjaan apa
yang saya lakukan disana. Rasanya masih banyak yang ingin saya ceritakan kepada mereka, namun bel
pertanda waktu hampir habis sudah berbunyi dan saya harus pindah ke kelas lainnya. Tidak lupa juga
saya memberi semangat dan pesan kecil kepada mereka agar mereka dapat lebih giat belajar, pantang
menyerah, jujur dan mandiri agar cita-cita mereka dapat tercapai.

Saya sangat bahagia dan bersyukur sekali dapat diberikan kesempatan berpartisipasi di kegiatan ini.
Mengenal keluarga baru di kelompok 55, anak-anak dan guru-guu di SDN 01 Rawabadak Selatan.

Terima kasih kelas inspirasi dan keluarga baru kelompok 55 Jakarta :*

-Think Big.Start Small.Act Now-

Nisma Hiddin – Para Bidadari Kecilku

Ceritaku di hari yg paling kunanti Rabu , 20 Januari 2013……hari menginspirasi bidadari2 kecilku di SDN 01 Rawa Badak Selatan.

Pagi buta kujelang ‘Kelas Inspirasi’ diSDN 01 RBS… sudah beberapa hari ini mencoba berpikir tehnik apa yg harus kulakukan nanti karena kelas2 yg rencana kuisi adalah kelas kecil ( kls 1 sampai 3) dengan jumlah 5 kelas yg masing2 kelas antara 35-40 siswa didik dlm 5 jam kedepan …cukup padat (*geleng2)

Sebagai dokter yang bekerja pada pemerintah (pemegang program Jiwa & Napza di Puskesmas) dan bertugas sebagai fasilitator Nasional Kemenkes utk Anak2 dengan ketergantungan Narkotika , tentunya hal yg biasa tapi tidak terbayang mengajar anak 2 usia 7-9 tahun…ada beban disana…
Mampukah membuat ‘scar’ dijiwa dan pikiran mereka bagaimana meraih mimpi2 mereka ? Cita2 menjadi dokter sudah menjadi rahasia umum karena hampir semua anak menjawab profesi itu jika ditanya ‘Apa cita2mu kelak ‘nak ?’ (pertanyaan yg dilakukan oleh sobat2ku ketika survey)….(pfff..*menghela nafas)

Apel pagi pukul 06.30 adalah rutinitas mereka…haru mendera ..air mata terasa mengambang dipelupuk mata…sekelebatan dari sudut mata dan terdengar salah satu ibu guru setengah memberi ancaman akan menjewer jika sulit diatur kepada calon murid kecilku karena mereka memang cukup aktif…(addduuuhhhh…!!!)

Apel berlangsung dengan tertib dan mulailah bapak Kepala Sekolah memberi wejangan dan pengumuman bahwa hari ini mereka akan belajar bersama kami .
Kucoba mengakhiri apel dengan mengajak melakukan yel-yel…. luarrbiasaaa semangatnya dan riangnya mereka meneriakkan ..’Yes’..’Yes’…!!! Dan jadilah kegaduhan….hahaha !!! (Maaf ya bapak ibu guru jd sibuk menurunkan emosi mereka yg begitu menggebu…pis ah !!)

Memasuki kelas pertamaku kls 2 A dengan senyum, salam dan sapa… kucoba mengajar dg melakukan permainan yg sdh kusiapkan dari rumah (boneka tangan, bola ) dan melakukan tehnik2 Bang….wowww !!! Anak2 begitu riang dan bersemangat kr tentunya hal yg baru buat mereka….kami melakukan ‘power whoosh’…’light camera action’…’drum roll’…’hi -hallo’ ….and soon.(terimakasih banyak Indonesia Mengajar utk tipsnya). Kls kedua sampai kelima yg sdh dijadwalkan adalah kls 1A , 3A, 2B dan 1B. Tapi ternyata ada request dari kls 5 , mereka ingin diisi oleh dokter. Jadilah hari itu mengajar 6 kelas….*wuiihhh puas

Dari semuanya kesulitan memang ada dikelas 1, seusia mereka memang mengajak belajar dg cara memberi kegiatan bermain …(alhasil mandi keringet..) Paling mudah memang kelas 5 karena pada umumnya kami (Dinas Kesehatan) memang membina Dokter Kecil diusia tsb ditiap2 sekolah diDKI Jakarta. Ada pesan yg kutitipkan pada mereka untuk meraih mimpi mereka…dg cara : Jujur,Kerja keras, Pantang Menyerah , Mandiri dan Menghormati Orgtua-Guru.

Letih ….karena rasanya memang kami ‘all out’.Kertas impian (menggunakan post it) sudah ditempelkan pd flipchart dan kami hiasi dg tempelan kupu2 …betapa riang & bahagianya mereka.

2 pertanyaan yg dikirimkan pak Anies Baswedan pd saya melalui sms yg amat menggelitik.
1. Seandainya anak Anda berusia anak SD, apakah Anda mau mengirim anak Anda sekolah di sini? Mengapa?
2. Apa yang paling Anda syukuri melihat kenyataan yang terjadi di sekolah hari ini?

Tentunya …Hambamu ini ya Allah…hari ini adalah mahlukMu yang senantiasa mengucap ‘hamdallah’…bersyukur diberi kemudahan mendapat izin dari kantor (secara pegawainya ‘ahok’ susah izinnya)….bersyukur dapat kesempatan mengajar di Kelas Inpirasi….bersyukur sebagai orangtua diberi kemampuan ‘lebih’ dapat menyekolahkan anak2 ku disekolah yang memiliki guru2 muda, energik, mengajar dg profesional (mengajar tdk sekedar sebg bekerja)….tentunya berbanding lurus dg biaya sekolah.

Sebagai dokter yang bekerja diPemerintah yang juga ditugaskan mendidik kesehatan anak2 sekolah hari ini juga mulai membangun mimpiku sendiri. Keinginanku lebih ingin ‘memimpin’ agar dapat mengeluarkan kebijakan ..sekolah negeri pun harus bisa mengajar dengan tehnik membangun mimpi seperti hari ini…bahwa cita2 bukan hanya dokter, polisi ataupun guru
…bahwa mimpi mereka pun mampu raih jika ada kerinduan datang kesekolah karena mereka mendapatkan keceriaan ditempat belajar mereka…DAN BUKAN KARENA TERPAKSA BELAJAR

Hari ini telah kucoba membangun impian mereka agar mampu bermimpi besar. Hari ini kubagikan keceriaan agar mereka mampu optimis dalam belajar. Dan Hari ini pun bukan hanya mereka yang harus punya mimpi …Hari ini kurajut juga impianku yaitu Dokter yang berperan sebagai ‘Agent of Change, Agent of Development and Agent of Treatment’

Terimakasih Indonesia Mengajar .Hal kecil memang yang kita coba lakukan dari pikiran2 besar kita namun nilai yang terkandung didalamnya sungguh ‘Tak Ternilai’. Ijinkan saya untuk selalu dapat kesempatan ditahun mendatang dengan kelas yg sama ‘Kelas Inspirasi’.

Salam Perubahan

Swasti Triana – Mengapresiasi Adik-Adik yang Berani

Bagi seorang jurnalis seperti Swasti, atau Asti-panggilan akrabnya-, Mengajar adik-adik di SDN01 Rawabadak Selatan pagi itu adalah sesuatu yang spesial. Asti berbagi cerita tentang pengalamannya.

Adik-adik di SDN 01 Rawabadak Selatan itu penuh energi, antusias, dan sangat terbuka terhadap orang baru. Bukan hanya para siswa, para guru pun dengan ramah menyambut kedatangan kami di sekolah. Dan walaupun kelas sedikit kotor dan panas bagi Saya, senyumnya tetap mengembang melihat adik-adik yang hampir semua tak bisa diam ini.

Kebagian jadwal 5 kali mengajar, semua saya jabanin. Kelas kelas awal mungkin ada sedikit hal yang membuat canggung, tapi semakin lama, semakin terbiasa dan selalu belajar dari kesalahan. Informasi yang didapat dari teman-teman pun sangat membantu untuk mendapatkan perhatian penuh dari adik-adik. Terkadang juga, secara spontan, saya menemukan pola tepuk tangan baru yang dapat memancing perhatian adik-adik. Tanpa AC dan kipas angin, kelas memang terasa panas, ditambah harus berteriak agar bisa terdengar oleh adik-adik, berpeluh, memang tidak mudah sama sekali. Perlu energi yang besar dan tubuh yang fit.

Setelah beberapa kelas, saya dapat melihat bahwa anak-anak itu suka sekali diberi hadiah. Maka seperti jurnalis profesional, saya memberikan notes pada mereka yang berani maju dan bercerita. Menurut saya, sangat penting untuk bercerita kisah-kisah yang dekat dengan dunia dan keseharian mereka. Dengan cara tersebut, kita bisa melihat minat mereka. Diluar dari mengajar, skill penting lainnya yaitu berakting, mengarang, semua saya keluarin !

Pengalaman ini sangat bermanfaat untuk saya. Saya rasa setelah ini saya akan lebih santai untuk tampil di depan umum, kepekaan pun terasah, dan lebih tepat dalam memberikan respon.

terima kasih, Kelas Inspirasi !

Hasil rapat Rumah Sehat Intiyana [16 feb]

hari ini sudah di diskusikan : tabel mengajar versi final (sudah dengan nama), time keeper, persiapan, dan kenang-kenangan

#1 tabel mengajar versi final

lihat tabel berikut

Untitled-1 Untitled-2

yang buka dari laptop, bisa download excel ini utk di print. jadwalpengajar atau bisa juga foto diatas di print.

berdasarkan undian, kita telah sama-sama menentukan siapa mengajar pada slot mana. jam mengajar dari sebelumnya 30menit juga kita rubah jadi 45 menit per slot. 45 menit terbagi menjadi 5-35-5. 5 menit pertama dan akhir adalah waktu untuk perpindahan dan waktu cadangan.

#2 tugas timekeeper
1. 5 menit sebelum waktu berakhir, berkeliling ke setiap kelas untuk mengingatkan pengajar
2. ‘handover’ tugas ke time keeper selanjutnya
3. (jika memungkinkan), membunyikan bel sekolah 1x pada saat 5 menit sebelum waktu berakhir, dan 2x saat waktu mengajar benar2 selesai
#3 peralatan yang sebaiknya dibawa 
1. air minum
2. tissue
3. makanan/minuman untuk keperluan pribadi
4. spidol untuk menulis
#4 kenang kenangan untuk SDN01 rawabadak
Sesuai panduan di modul, pengajar di sesi terakhir di tiap kelasnya diminta merangkum keseluruhan sesi hari itu (mis: Andi menutup sesi di kelas 1A, vanny di kls 6B)
Mekanisme sesi penutupan:
1. di setiap kelas akan disediakan kertas ukuran A2, dengan judul “Aku mau menjadi……” di bagian atas
2. saat akhir sesi anak2 menuliskan cita2nya di kertas tersebut dgn spidol warna warni yang telah disediakan
3. kertas bisa diletakkan di atas meja, atau ditempel di dinding oleh pengajar sesi terakhir di kelas tersebut saat ditandatangani anak2
4. kertas tersebut akan kita simpan untuk dibingkai dan kemudian diberikan kembali ke pihak sekolah pada H+14

#5 twitter movement
tweet kegiatan kita, atau apapun, mention @kelasinspirasi #kelasinspirasi. berikut twitter temen2 kita yang sudah didapat .
@satucl @astiTC @fitridianasari @warungkebunku @nectarmadu @relevanny